KUNJUNGAN RUMAH ULIN

Sepertinya keluarga PERAK itu doyan bersilaturrahim ke rumah kawan saat berkunjung ke sebuah kota. Kali ini #doyandolan dikunjungi oleh keluarga Rumah Ulin dari Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan. Keluarga Rumah Ulin memang sedang jalan-jalin ke sekitaran Jawa selama sebulan. Enak ya? Rumah Ulin digawangi oleh Mas Rian Ezman dan Mbak Anggarila beserta ketiga putra-putinya: Ismail, Bilal, dan Sofie. Eh, apa artinya Rumah Ulin?


"...Rumah artinya tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga, saling berinteraksi, saling mengisi, dan saling menjaga. Sedangkan ulin dalam bahasa Banjar dikenal sebagai jenis kayu paling kuat yang apabila terkena air tidak akan melemahkannya, malah semakin kokoh. Keluarga ini berharap agar setiap anggota keluarga tidak mudah terpengaruh dengan pengaruh buruk dari luar lingkungan keluarga dan tetap memiliki karakter yang kuat. Kalau dalam bahasa Sunda, Ulin berarti main dimana keceriaan dan kebahagiaan selalu menjiwai setiap anggota keluarga dalam menjalani hidupnya sehingga bisa maksimal dalam menjalani fitrah dan menebar banyak manfaat bagi orang lain...". Nah, itulah filosofi nama Rumah Ulin menurut empunya. 

Keluarga Rumah Ulin dan keluarga #doyandolan (minus Qaulan Sadiida, yang sedang kawruh ilmu di Lebah Putih Academy))

Kami mengenal keluarga ini dari event Cangkrukan dan kemudian berlanjut di PERAK 2018 di Batu, Malang. Asalnya yang jauh dari pulau Jawa membuat kami kagum pada semangat keluarga ini untuk menimba ilmu. Butuh waktu sekitar 6 jam perjalanan darat dari Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan, menuju kota Tanjung Tabalong. Kebayang kan jauhnya? Nah, kunjungan keluarga ini ke #doyandolan adalah kunjungan istimewa dan kami mesti luangkan waktu buatkeluarga istimewa ini.


Tiba menjelang siang, kami pun bercengkerama tentang apa saja, bertukar pikiran, sharing gagasan, juga membicarakan persiapan PERAK Diaspora 2019 yang salah satunya akan diselenggarakan di Loksado dengan keluarga Rumah Ulin sebagai kamituwo dusunnya. Ini keren lho! Baru pertama kali ikut event PERAK tahun lalu, sudah memberanikan diri menjadi salah satu penyelenggara PERAK Diaspora sebagai salah satu project keluarga. Sesuai namanya ya? Kokoh dan kompak selalu. Bagi yang sudah terbiasa ikut PERAK atau event yang lain di area Jawa, PERAK dusun Tablong ini boleh dijadikan alternatif jika menginginkan hal yang berbeda dari biasanya. Nanti ada bamboo rafting loh! Menarik kan? Yuk, ikutan...


Kemudian, seperti biasa, ada praktek menjahit untuk anak-anak. Ismail, Bilal, dan Sofie excited sekali belajar menjahit kilat. Masing-masing membuat pouch dan tas untuk tempat mainannya. Mereka juga mencoba permainan Patheng Dudu, rubik ala wong Osing, yang kami bawa sebagai oleh-oleh sepulang dari Blambangan.

Keluarga PERAK itu keluarga ideologis, memiliki visi yang sama sehingga terasa dekat dan didekatkan, bahkan seringkali lebih dekat dari keluarga biologis. Terima kasih kunjungannya Rumah Ulin, semoga silaturrahim ini tetap dan akan selalu terjalin sekuat kayu ulin. InsyaAllah, kami juga akan tiba di Tabalong. Aamiin... Ayo, siapa yang mau berkunjung dan mengunjungi?


#findingWHY  #doyandolan  silaturrahim_&_share


73 views0 comments

Recent Posts

See All