KESAN PERAK PARI (7): NGOBROL BARENG

Updated: Mar 24, 2020



Event PERAK sebenarnya adalah ajang berkumpul, bertemu, dan ngobrol bareng tentang keluarga dan ramadhan. Topik obrolannya boleh sesuai tema saat itu atau topik lain asal tidak melanggar CoC PERAK.  Format obrolan pun bebas. Bisa dalam bentuk workshop, sharing, presentasi project, tacit, cangkrukan, ngopi bareng, atau class for friends. PERAK dusun Pari menerapkan beberapa diantaranya.


SHARING

Subtema PERAK dusun Pari adalah Titian Hijrah - Menuju Keluarga Bersinergi dan Berstrategi. Subtema tersebut dikaitkan dengan tema global PERAK 2020 tentang Family Strategic Planning. Pak dan Bu Kadus mengambil tema tersebut disesuaikan dengan keadaan mereka yang juga sedang dalam proses hijrah fisik, pindah dari kota Tangerang menuju Wonogiri. Nah, enaknya jadi kadus PERAK itu salah satunya adalah menentukan topik yang dibutuhkan dan yang hendak kita pelajari dan ambil inspirasi dari pengalaman keluarga lain.


Berkaitan dengan perjalanan hijrah, keluarga Beniq sebagai kadus mengundang kang Jaja dari keluarga Rumah Soka.


Pengalaman kang Jaja dan Te Artri berhijrah sangat menarik untuk diambil inspirasi. Awal mula selepas kuliah, kang Jaja bekerja di perusahaan Oil & Gas Company dan Te Artri berprofesi sebagai asisten dosen dan apoteker. Pada suatu masa, sang ayah memanggil pulang mereka untuk mengurus bisnis keluarga berupa retail toserba Bimbang dan dilema pun melanda. Bimbang karena kang Jaja tak punya darah wirausaha. Gen keluarga justru banyak beraliran sebagai pelayan masyarakat dan guru. Bimbang karena karir di perusahaan sedang menanjak. Berhasil menangani sebuah proyek yang diapresiasi oleh atasan bisa jadi bekal untuk promosi karir yang lebih tinggi. Setelah beristikharah dan niat untuk berbakti kepada orang tua, keduanya bertekad pulang kampung ke Banjar untuk mengemban misi baru. 

Salah satu yang menggugah untuk berhijrah ke kampung adalah ucapan orang tua bahwa kalau kang Jaja tetap dalam posisi sekarang, maka yang senang dan bahagia cuma kang jaja dan keluarga atau beberapa orang di sekitar. Tapi, kalau mau menangani toserba ini, kang Jaja akan membahagiakan setidaknya 200 orang karyawan dan keluarganya. Ucapan ini membuat kang Jaja merekonstruksi arti misi dan passion. Misi berorientasi kepada orang lain. Makin banyak orang yang senang dan memperoleh manfaat makin kuat misi tersebut. Sebaliknya, passion lebih berorientasi ke pribadi. Hmm...menarik sekali!


Tak mudah mengubah haluan, apalagi jika belum punya bekal dan peta yang jelas terbentang. Godaan untuk berbalik arah kerap menerjang. Sempat menelepon mantan atasan untuk kembali bekerja sesuai bidang kuliahan. Namun, sekarang pun jadi ragu. Akhirnya bertanya kepada Tuhan dan yakin dengan jawaban. Nakhoda bahtera Rumah Soka pun menetapkan misi untuk menyelamatkan bisnis keluarga dari ancaman karam, menomerduakan passion yang merupakan gen keturunan, mencari mentor sebagai sistem pendukung, dan  mulai belajar tentang retail. Layar sudah dikembangkan, sauh pun sudah diangkat, bahtera siap mengarungi samudera. Rencana telah disusun, strategi siap dijalankan. Menarik saat ada yang bertanya ke Te Artri bagaimana perasaannya ketika sang nakhoda memutuskan arah dan misi bahtera.

"Ya, saya ikut keputusan imam keluarga saja. Yakin itu adalah keputusan terbaik. Mulai dari nol, kami jadi makin saling memahami potensi masing-masing. Di bisnis retail ini kami berbagi peran. Kang Jaja lebih ke urusan luar, pemsaran, bernegoisasi, dan membuka peluang. Kalau saya lebih ke urusan yang rinci dan keuangan..."



Beberapa masa dalam pengarungan dengan iringan deburan ombak dan badai menerjang, misi menyelematkan toserba mulai tampak hasilnya. Satu persatu masalah mulai bisa diselesaikan. Ancaman karam tinggal kenangan. Dan kang Jaja mulai melihat peluang di bisnis kuliner. Ternyata bidang ini membuat anggota keluarga Rumah Soka lebih berhasrat. Maka kang Jaja merekonstruksi kembali misi keluarga yang lebih memuat sisi spiritual dengan bantuan coaching dari ust. Hary Santosa. Dan tercetuslah nama Rumah Soka - Retail Specialist dengan misi memenuhi kebutuhan umat dengan menyediakan (produk) makanan yang halal dan thoyyib. Ada dalil-dalil yang disandarkan agar misi tersebut lebih memiliki ruh dan bernilai ibadah. Martabak 5 yang bersertifikat halal dan Tosama - Toko Sayur Mayur launching dengan semangat misi tersebut. Tosama bahkan bekerja sama dengan petani lokal untuk mensupplai toko dengan harga wajar. Tujuannya adalah meningkatkan taraf hidup petani dan pelaku UMKM.


Keren ya...


Dalam perjalanannya kang Jaja menemukan dan menikmati pasion yang ternyata juga seiring dengan gen keluarga, yaitu mengajar atau coaching. Selain mengurus retail, kang Jaja juga intens membina para UMKM di bidang wirausaha dan retail. Bahkan, beliau memanfaatkan ruang di lantai 3 toserba Padjajaran sebagai ruang komunitas. Ruang ini bisa dimanfaatkan oleh semua komunitas bisnis atau keluarga untuk tempat sharing, workshop, atau bincang-bincang. Monggo yang berminat...


Sebagai catatan, bolehlah dikutip kalimat ust.Hary Santosa bahwa misi adalah worklife (passion) + spiritual life. Jika misi hanya sekedar kehidupan karya, ketika jenuh atau lelah kita akan mudah merasa hampa. Kalau dibungkus dengan spiritual life, jika merasa lelah atau bosan kita akan ingat bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk kebermanfaat bagi sesama. Bukankah ada hadist yang mengatakan bahwa'...sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya...' ~ HR Ahmad ath-Thabrani)


Wow! It's meaningful...



CLASS FOR FRIENDS

Format bincang-bincang lainnya adalah kelas untuk teman. Sebelum acara PERAK dimulai, teman-teman yang memiliki keahlian yang hendak dibagi kepada teman atau keluarga lainnya membuat daftar Class for Friends. Di hari pelaksanaan, teman-teman yang berminat berkumul meriung membuat kelas. kelas-kelas ini adalah ajang berbagi ilmu dan learning by teaching.


  1. DIY Handsanitizer. Berkaitan dengan wabah corona dan anjuran untuk mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer, Yunita bayu berinisiatif membuka kelas membuat sendiri sabun pencuci tangan. Berbekal pengalaman kerja di perusahaan cosmetic care & household, ia mengetahui formula yang digunakan dan cara pembuatannya. Ternyata gampang, lho!   Berikut bahan dan komposisi pembuatan Handsanitizer ala Si Keling Bahan (dalam % berat): - Aquades 33.9% - Carbomer 0.3% - TEA (triethanolamin) 0.2% - Glyserin 0.5% - Alkohol 96%, 65% Prosedur kerja: 1. Campurkan carbomer dengan air secukupnya hingga mengembang 2. Setelah mengembang, aduk hingga rata, kemudian tambahkan TEA hinggah PH netral 3. Tambahkan alkohol , sisa air, dan parfum (fragrance). Note: - Carbomer di toko kimia biasanya dikenal CMC, fungsinya sebagai pengental - TEA merupakan zat kimia yang bersifat basa, di toko kimia namanya PEG 5 Esther - Akuades adalah air suling Mudah kan?

  2. Introduction of Neuro Linguistic Program Apa sih NPL itu? Sudah sering dengar istilahnya, tapi belum begitu ngeh... Nah, ini ada ulasan pendek dari Mas Sarwo Hakim dari keluarga Ulik sebagai pemateri yang mudah kita pahami: "...Gampangnya, NLP adalah disiplin ilmu yang mengkaji hubungan antara pikiran, bahasa, dan perilaku.Mempelajari NLP membuat kita lebih mudah dalam mengenali pola pikiran, pola bahasa, dan pola perilaku seseorang. Apa manfaat belajar NLP? Wow! Banyaaaak.... Untuk diri sendiri: kita jadi lebih kenal pola kita sendiri. Kapan lagi mood, kapan lagi bete, kapan bisa perform bagus, kapan tenang, dsb. Setelah menguasai NLP, begitu kita kenal polanya, kita bisa ulangi lagi kapanpun kita mau. Artinya, kita jadi lebih mudah mengelola, memimpin, dan menguasai diri sendiri. Apa lagi manfaat belajar NLP? Masih banyaaak...Karena dengan menguasai NLP kita lebih mudah mengenali pola orang lain, maka kita jadi bisa menduplikasi pola mereka (istilah di NLP: modelling). 'Dulu, saya ingin bisa menulis buku, maka saya cari orang yanmg sudah berhaseil nulis buku. Saya model. Alhamdulillah akhirnya bisa menduplikasi mereka', cerita Mas Sarwo. Ingin menguasai keterampilan apa? Cari yg sudah bisa. Bikin model dengan bantuan NLP. Insyaallah bisa... Lalu apa lagi manfaat belajar NLP? Kita lebih mudah membangun hubungan dengan orang lain, lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain, lebih mudah memengaruhi orang lain. Kok bisa? Karena kita sudah kenal pola mereka sehingga kita bisa menyesuaikan diri.   Di sesi kelas NLP ini juga dipraktekkan salah satu metode NLP, yaitu Wellformed Outcome. Ini tool yang berdaya untuk mencari atau mengetahui the great WHY atas tindakan atau rencana kita. Contoh kasus yang dipelajari adalah tentang branding tosotto Mlèthik. Dimulai dari Present State dan menyatakan apa yang diinginkan di Desired State. Kemudian dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bisa dikategorikan sebagai pertanyaan resource, flexibility, atau ecology. Sampai pada titik terdalam untuk menemukan alasan sebenarnya apa yang hendak kita inginkan. Menarik...menarik sekali!

  3. Hand Lettering Kelas ini dibawakan oleh Ariella dari keluarga Ulik. Karena pada jam pelaksanaan Class for Friends bertepatan dengan jadual acara GERAK, kelas ini ditunda menjelang senja. Pesertanya anggota team GERAK semua, ternyata... Tiap peserta mendapatkan seperangkat alat tulis dan brush pen. Wow! Mesti telaten juga ya untuk menulis indah...  Bravo, Ariela!   

  4. Menghapal Qur'an Semudah Tersenyum Kelas ini dibawakan oleh ibu muda, Afiefah, dari keluarga Adiba. Diberi amanah mengelola tahfidz Qur'an, membuat si ibu ini berimprovisasi dengan membuat permainan gerak sesuai arti dalam setiap ayat Quran dalam metode penghafalannya. Anak-anak pasti suka, wong ibu-ibu yang ikut kelas juga menikmatinya, kok! Jadi keingetan dengan metode jaritmatika, yang juga menggunakan gerak tangan untuk mempelajari hitungan. Ayoo...yang minat, bisa kontak!

  5. Web Design Kelas rancang jejaring ini dibawakan oleh bapak muda, Sidik Bahari, suami dari ibu muda di atas dari keluarga Adiba. Mas Sidik memiliki pengalaman mengelola sebuah web dan sering membuat web untuk perusahaan-perusahaan. Para bapak peserta yang melek teknologi dan ingin usahanya berjejaring dan menarik terlihat amat serius menyimak paparan ini.   Welldone, bro!

 


TACIT KNOWLEDGE

Tacit menjadi aktifitas favorit selama berkegiatan di PERAK. Dalam obrolan tacit, suasana lebih santai dan yang dibicarakan adalah pengalaman yang pernah dilihat, dirasakan, atau dilakukan dan kemudian diucapkan sehingga teman-teman yang ikut mendengar lebih mudah memahaminya. Seringkali ketika berbicara di depan publik tidak semua yang ingin kita utarakan tersampaikan atau ada pertanyaaan dari audiens yang belum terjawab secara memuaskan, nah saat tacit hal-hal semacam itu bisa tersalurkan. Ngobrol person to person, heart to heart akan lebih terasa menyerapnya.


Ketika kang Jaja selesai memberi materi, beberapa keluarga berkumpul dan ngobrol sekali lagi dan lebih mendalam tentang misi dan visi keluarga. Lebih paham ketika problem diujarkan dan mendapat jawaban sesuai pengalaman keluarga Rumah Soka. Ketika kelas NLP di ujung acara, beberapa keluarga ngobras - ngobrol santai - dengan Mbak Lia Agatha dari keluarga Ulik dan menemukan click dan moment AHA, yang kemudian mendaulatnya sebagai coaching. Hal-hal semacam ini sulit diperoleh dari explicit knowledge.


Karena lebih santai, pertemuan untuk tacit pun bisa dimana saja. Mau di bawah pohon rindang, di tempat kopi, gegoleran di pasir pantai, mau ba'da sholat Subuh, tengah hari sambil beristirahat, atau tengah malam sambil ditemani suara tokek dan alunan deburan ombak. Puitis sekaleee..., he..he..


Makin santai, makin banyak pengetahuan dan pengalaman terserap. Bolehlah dipraktekkan kapan saja. Yuk!


PROJECT RAMADHAN Sehabis kang Jaja memberi materi tentang hijrah dan FSP, tiap keluarga mulai berlatih dan membuat rencana keluarga versi mereka sendiri. Karena menjelang bulan Ramadhan - dan sesuai nama PERAK sendiri - mereka membuat rencana tentang aktifitas dan project keluarga selama bulan Ramadhan. Senang menyimak para keluarga membuat, merancang, dan berdiskusi tentang aktifitas masing-masing.


Hasil diskusi mereka ditempel di banner yang sudah disiapkan. Keluarga lain boleh melihat, menyimak, membaca, mencatat, memotret, meng-ATM: amati, tiru, modifikasi, atau meng-ATP: amati, tiru, plek!. Di PERAK ada ketentuan tak tertulis: copyleft, apa saja yang baik dan menginspirasi dari keluarga lain boleh ditiru karena ada ketentuan. Keluarga lain juga boleh bertanya lebih jauh pada si empunya ide tentang project yang akan dieksekusi selama bulan Ramadhan.


Berikut diantaranya project-project dari keluarga PERAK dusun Pari




(bersambung)

75 views0 comments

Recent Posts

See All