KESAN PERAK PARI (6): SOUVENIR & HADIAH


Pada seiap event PERAK, keluarga peserta memperoleh souvenir atau cindera mata atau goodie bag sebagai kenang-kenangan. Souvenir itu berupa kaos atau barang-barang lain. Para kadus berinisiatif memberikan oleh-oleh yang unik atau khas sesuai daerah kepada masing-masing keluarga peserta. Souvenir atau oleh-oleh ini dibagikan di penghujung acara PERAK saat peserta hendak pulang. Tapi di PERAK dusun Pari souvenir dibagikan di awal acara. Karena kalau tidak dibagikan lebih dulu, nanti tak ada tempat buat para peserta tidur. Yap, benar! Souvenir di dusun Pari berupa tenda dan matras yang juga digunakan untuk istirahat atau tidur selama 3 hari di pulau. Tenda berlogo PERAK 2020 ini berkapasitas 4 orang dewasa. Jika ada yang beranggotakan lebih dari empat orang (dewasa), keluarga ini memperoleh tambahan 1 tenda lagi.


Perbuatan baik yang patut ditiru adalah memberi hadiah. Bahkan perbuatan ini sangat dianjurkan (sunnah) oleh Rasulullah. Banyak hadist yang berkaitan dengan perbuatan mulia ini. Salah satunya diriwayatkan oleh Aisyah ra: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.” (HR. Bukhari, no. 2585). Sejak awal event PERAK diadakan, saling memberi hadiah ini dibudayakan. Para peserta membawa hadiah masing-masing dan saling ditukarkan kepada buddy atau keluarga lainnya. Hadiah bisa berupa barang atau makanan. Bahkan saat PERAK ketiga di Kulon Progo, hadiah yang dibawa mesti hasil karya handmade keluarga tersebut.


Menarik, kan?


Manfaat memberi hadiah diantaranya memperbaiki hubungan, makin mempererat cinta, dan mempersatukan hati.

Beberapa keluarga merasa 'kurang' kalau memberi hadiah hanya pada satu keluarga. Inginnya mengikat cinta dan mempersatukan hati pada semua keluarga yang ikut. Jadi mereka mulai memberikan hadiah pada setiap keluarga peserta PERAK. Jangan heran...ketika pulang barang bawaan makin bertambah. Perlu satu tambahan koper atau tas kosong buat menampungnya. Eh, di dusun Pari ada keluarga yang sudah memikirkannya, lho!  Apa ya kira-kira hadiahnya? Yuk, kita list hadiah-hadiah dari para keluarga PERAK dusun Pari!



Foto di atas baru sebagian hadiah yang diterima karena ada beberapa yang dibagikan di awal atau sudah habis karena berupa makanan.


  1. Handsanitizer. Begitu mendarat di pulau dan sehabis mendirikan tenda, benda cair kental dan bening dalam botol ini dibagikan. Cairan pensteril tangan ini dibuat sendiri oleh keluarga Sikeling (silaturrahim keliling). Mbak Yunita, sebelum fokus berkarya di rumah, bekerja di perusahaan yang salah satu produknya adalah handsanitizer. Jadi, sudah expert-lah kalau bebikinan semacam ini. handsanitizer dibagikan di awal karena berkaitan dengan isu wabah corona yang sedang melanda

  2. Tumbler. Yang juga dibagikan di awal adalah botol minum persembahan dari keluarga Hisyam Cholil. Sangat bermanfaat untuk wadah air minum. Salah satu value event PERAK adalah meminimalisasi pemakaian kemasan plastik sekali pakai. Di dusun pari pun tidak menyediakan air minum dalam gelas kemasan sekali pakai, jadi tumbler ini sangat bermanfaat.

  3. Jas hujan dan sunscreen gel dari keluarga Sopongiro. Ini contoh keluarga delibeveratif dan memiliki sense adaptasi yang tinggi. Tahu akan beraktifitas padat di pantai yang terterpa sinar matahari dan masih dalam musim hujan, mereka memberi kado tersebut buat tiap keluarga. Ada 3 jas hujan warna-warni dan sebotol tube sunscreen gel.

  4. Keranjang Purun. Tas keranjang ini menjadi oleh-oleh khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari tumbuhan purun semacam pandan yang banyak tumbuh di sekitar rawa. Setiap keluarga mendapat 2 keranjang, masing-masing persembahan dari keluarga Rumah Ulin dan keluarga Baja Home Team. Yang terakhir ini sayangnya berhalangan datang karena ada urusan yang tak bisa ditinggal. Meskipun tak hadir, oleh-olehnya tetap dikirim dan diterima oleh keluarga PERAK dusun Pari. Bahkan, mereka juga mengirim snack khas daerah, Ubikazu. Lumayan, buat cemilan di perjalanan pulang.

  5. Sedotan Purun. Selain memberi kado keranjang purun, keluarga Rumah Ulin juga menghadiahkan seikat sedotan purun untuk masing-masing keluarga. Sedotan ini digadang sebagai pengganti sedotan sekali pakai. Tujuannya untuk mengurangi sampah atau limbah plastik yang butuh beratus tahun untuk menguraikannya. Keluarga Rumah Ulin memang sedang bersemangat dan concern dengan lingkungan. InsyaAllah semangatnya akan memberui energi positif kepada setiap keluarga yang menerima purunnya. Aaamiin...

  6. Gambas Loofah dari keluarga Path2Long. Nah, ini juga dalam rangka semangat ber-zerowaste. Beberapa keluarga sudah mulai menggunakan buah gambas kering sebagai spon pencuci piring. Mudah-mudahan keluarga-keluarga lain yang kemarin memperoleh gambas mulai berprakterk dan melanjutkan menggunakannya terus. Jadi, semakin banyak yang mulai beralih memanfaatkan hasil alam tanpa merusak alam.

  7. Tas Serut. Sesuai keahlian dalam menjahit, keluarga #doyandolan memberi hadiah berupa tas serut berbahan kain katun. Tas ini bisa dipakai untuk berbelanja dan sebagai pengganti tas kresek. Jadi, juga dalam semangat ber-zerowaste. Pernak-pernik hadiah dari PERAK juga bisa dimasukkan ke dalam tas ini.

  8. Pouch & Color Brush Pen dari keluarga Ulik. Ariella, putri Mas Sarwo dan Mbak Lia Agatha mengajukan diri berbagi tentang Hand Lettering di kelas untuk teman. Salah satu peralatan yang dibutuhkan untuk menulis indah adalah kertas dan alat tulis tersebut. Ariella sudah menyediakan peralatan tersebut untuk tiap peserta dan dibagikan sebagai hadiah. Eh, ternyata yang memperoleh bukan hanya peserta Class for Friends, tetapi juga tiap keluarga PERAK Pari. Alhamdulillah...

  9. Asesoris. Pernak-pernik kecil menarik juga ada dalam daftar hadiah dari keluarga peserta PERAK Pari, diantaranya: Lampu Hias persembahan dari keluarga AWH. Lampu ini berbentuk bunga yang bisa digunakan sebagai lampu tidur. Ada Keyholder yang terbuat dari bahan-bahan recycle persembahan keluarga QQ. Juga ada craft Standing Tag Message yang terbuat dari kayu dari keluarga M. Luqman Hakim. Menarik sekali... 

  10. Benih. Wow! Ini kado yang tak terpikirkan oleh saya. Kado kecil bermanfaat berupa benih tanaman. Ada benih tanaman caisim dari keluarga Keruntelan dan benih pakcoy dari keluarga Budiman. Keinginan dan semangat untuk mandiri pangan patutlah ditiru...

  11. Mainan dan Ember. Selain memberi oleh-oleh benih kepada setiap peserta, keluarga Budiman juga memberikan kenang-kenangan satu kit permainan anak berupa stick yang ujungnya berwarna-warni, juga ember kecil yang dipakai anak-anak bermian pasir di pantai. Asyikk....

  12. Memo PERAK 2020. Buku memo ini dibuat dan dihias oleh Asya, putri pertama kang Jaja dan Te Artri dari keluarga Rumah Soka. Kebayang betapa relatennya Mbak Asya membuat dan menghiasi satu persatu memo buat kenang-kenangan keluar PERAK dusun Pari. Salut!...

  13. Buku Omah Project. Sejak tahun lalu di PERAK 2019, Omah Project memberikan oleh-oleh berupa buku yang ditulis dari pengalaman mereka sendiri membuat dan mengelola 'A'Home Team dan project keluarga. Saat itu PERAK memang bertema 'A' Home Team. Tahun ini tema PERAK adalah Family Strategic Planning, dan Omah Project pun khusus membuat buku yang berisi perjalanan keluarga mereka dalam berencana dan bertindak. Buku ini sangat powerful karena ditulis berdasarkan pengalaman. Yang ditulis atau diutarakan berdasarkan pengalaman tentu lebih memiliki ruh dan berdaya, bukan? O, ya... buku ini tidak hanya dibagikan di dusun Pari, tapi juga dibagikan di dusun-dusun PERAK lainnya. Yeeayyy! Kebagian...

  14. Wah, hadiahnya melimpah! Bagaimana cara membawanya? O...ternyata, ada keluarga visioner yang sudah memikirkannya: keluarga Sederhana. Mungkin belajar dari PERAK tahun lalu yang diikuti. Tapi, masih ada kebingungan memilih kira-kira oleh-oleh yang khas daerah dan bisa dimanfaatkan untuk menampung semuah hadiah PERAK. Berpikir dan memutar otak, akhirnya ketemulah kado yang khas kota Tangerang, yaitu Tas IKEA. Tas plastik berwarna biru ini memang produk IKEA yang berlokasi di Tangerang (Selatan). Bolehlah diklaim sebagai oleh-oleh khas daerah Tangerang karena IKEA baru ada disana, he..he... Tas ini sangat berguna untuk menampung hadiahhadiah keluarga PERAK yang bertaburan.


Selain kado-kado di atas, beberapa keluarga juga memberi hadiah berupa asupan makanan. Kue tilam dari keluarga Eayila Seru yang disantap selama sarapan dan roti Holland Bakery dari Mbak Monike keluarga Harmoni yang menemani sarapan ketika menunggu perahu saat pemberangkatan, juga saat ngobrol dan tacit sesudah Subuh hari pertama.

Selain kado atau oleh-oleh yang dibagikan kepada setiap keluarga peserta PERAK, ada juga keluarga yang memberi hadiah secara perseorangan. Nah, #doyandolan ketiban rejeki nih! Dari buddy keluarga Ulik, saya mendapat kado berupa tumbler untuk ngopi-ngopi. Langsung dimanfaatkan untuk menampung cairan kopi hitam nikmat buatan barista Hanung dan baristi Masdhiana. Bunda memperoleh kado drawer yang bisa digunakan untuk menyimpan benang dan alat jahit dan sebuah notebook. Mbak Afiefah dari keluarga muda Adiba memberi sebuah buku Konmari. Terima kasih ya...


Ada yang juga menerima kado spesial? Bolehlah, diceritakan...



(bersambung

88 views0 comments

Recent Posts

See All