KELUARGAKU ADALAH...


Bicara perubahan atas nama keluarga memang tak sesimple perubahan diri. Bicara tentang keluarga maka bicara tentang kebersamaan, team, dan tujuan bersama. Ada banyak kepala, pastinya juga ada banyak pemikiran. Kadang saya juga guyon sama istri, kadang berkeluarga itu seperti "Sinau Kelompok" atau "Camping", sekedar berorientasi kerja bersama. Itupun kadang juga tak salah.

Pemaknaan tiap keluarga memang beda-beda.

Ada keluarga layaknya terminal, hanya tempat persinggahan. Seakan-akan semua mempunyai tujuan sendiri-sendiri dan tak pernah bertemu karena semua terjadual dengan aktifitasnya masing-masing. Ada keluarga layaknya kost-kostan. Rumah hanya sekedar tempat melepas lelah. Keluar pagi dan kembali sore/malam dengan membawa lelah. Jangankan bercengkrama, kadang bicara pun menjadi langka. Jangankan tertawa, kadang senyum'senyuman telah tenggelam bersama lelah. Keluarga begitu kering tak ada kehangatan didalamnya. Ada keluarga seperti tempat kerja. Yang ada hanya kekakuan birokrasi dan sangat hirarki. Ada atasan ada bawahan, ada boz dan karyawan. Berkomunikasi dengan perintah. Yang ada hanyalah konsekuensi, nyaris tak ada demokrasi didalamnya. Ada juga keluarga yg begitu hangat dan penuh kegembiraan layaknya "Game Centre" di pusat² perbelanjaan modern. Penuh canda tawa, semua kelihatan bahagia. Tapi tidak jelas tujuan keluarga tersebut, mengalir aja, jalani aja. Tanpa sebuah peta perjalanan yang jelas. Ada juga keluarga seperti kerajaan. Semua tercukupi. Hidup penuh kemewahan, semua fasilitas tersedia. Tapi kadang mereka merasa bagai burung dalam sangkar. Tampak bahagia, tapi sebenarnya mendamba bahagia yg sebenarnya. Bisa bebas, lepas menikmati hidup tanpa intimidasi. Ada juga keluarga bagai bahtera. Mereka bersama mengarungi samudra kehidupan. Tapi kadang bahtera itu mengarungi samudra tanpa tujuan peta yang jelas. Nahkoda bahtera tak mampu menentukan tujuan bahtera, dan hanya menjalankan bahtera tanpa tujuan yang jelas. Nahkoda tak punya skill yg cukup menjalankan bahtera. Bisa jadi saat badai datang, dia tak cukup lihai mengendalikan bahtera dan bisa jadi bahtera itu akan hancur dan tenggelam bersama awaknya dan penumpangnya.

APA MAKNA KELUARGAKU...?

Memaknai keluarga atau tidak, memang skilas tak ada beda. Tapi waktu yg akan menjawab. 10 tahun, 20 tahun atau saat Surga itu benar² telah nyata mungkin kita akan sadar bahwa ada "Beda Nyata" antara keluarga yang bermakna dan terkoordinir dibanding keluarga tak punya makna dan hanya mengalir.

Maka detik inilah saatnya kembali ke misi dan visi kenapa kita berumahtangga dan berkeluarga. Jika visi & misi dulu itu pernah ada, tapi sekarang sudah pudar dan ambyar. Maka saat kembali menata puzzle visi & misi berumahbtangga. Jika dulu Visi & Misi itu tak pernah terpikirkan, maka saatnya saat ini membicarakan kembali bersama pasangan tentang Visi & Misi Tersebut.

Dititik ini kita masih meletakan pondasi dasar berumah tangga. Tanpa Visi & misi ini, maka berkeluarga menjadi sangat beresiko dan rentan terhadap permasalahan dan perpecahan. Barulah setelah pondasi berumah tangga ini kita letakan bersama-sama dengan pasangan,maka kita bisa melanjutkan langkah-langkah berikutnya. Kita akan lebih mudah menentukan strategi dan suport sistem demi tercapainya Visi & Misi berkeluarga.

Jangan sekali-sekali membiarkan keluarga hanya sekedar mengalir. Hanya kotoran, sampah dan ikan mati yg mengalir bersama arus air. Ikan hidup memang mengalir ikut arus, kadang ia juga melawan arus. Semua tergantung Tujuannya, Visinya.

#FamilyStrategicPlaning #MaknaKeluarga #NGOPO? #GoestoPerak2020 #PraPERAK2020DusunBlambangan #ELFATHFamily

37 views0 comments

Recent Posts

See All