KELUARGA BARU, SEMANGAT BARU

Dari Anas r.a. berkata: Seorang Arab bertanya kepada Rasulullah saw, “Bilakah hari kiamat?” Rasulullah saw menjawab, “Apakah bekalmu untuk menghadapinya?” Ia menjawabnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka Rasulullah saw bersabda, “Engkau akan berkumpul dengan orang yang engkau cintai. (Bukhari – Muslim)


Anak-anak yang ikut Perak 2014

Hadist di atas lebih memberikan dasar kepada kami saat berkumpul di Pesantren Ramadhan Keluarga (PERAK) 2014 ini. Kami berasal dari latar belakang kota yang berbeda dari ujung timur Sidoarjo, sampai ujung Barat, Bandung, Jakarta dan Bekasi, bahkan sebelumnya belum saling kenal. Ada sesuatu magnet yang menarik kami untuk bisa berkumpul bersama yaitu keinginan belajar yang kuat untuk menjadi "Pengemban Amanah Allah s.w.t dengan benar".


Salah satunya adalah dengan belajar bagaimana mengambil tanggung jawab mendidik anak, berada penuh di tangan Orangtuanya. Kekuatan magnet itulah yang membuat kami akhirnya berkumpul menjadi sebuah keluarga baru.


Istilah yang sering penulis pakai di komunitas adalah "burung yang berbulu sama, pasti akan bertemu, entah terbang dari belahan bumi manapun". Apakah bener para peserta PERAK ini bagaikan burung yang berbulu sama? Yuk kita intip aktivitasnya apa saja .


Hari kedua, setelah sahur dan sholat shubuh berjamaah, acara dilanjutkan dengan sesi kreativitas untuk orangtua dan anak yang dipandu oleh kak Ulil Istihar dan Kak Bilqis dari Sanggar Jenthik Kencana. Saat mengikuti sesi ini ketahuan banget kalau ternyata kami adalah sama-sama orangtua yang bukan maestro gambar :), baru pede menggambar kalau dipandu step by step oleh ahlinya.


Kreativitas Keluarga

Disaat orangtua asyik mendengarkan penjelasan dari kak Ulil, maka anak-anak pun asyik sendiri dengan aktivitasnya yaitu berkreasi dengan crayon bersama staedler.

Anak-anak pun berekspresi dengan gambar dan warna. Warna merupakan bagian dari kehidupan anak, sehingga di acara ini akan kita kenalkan bagaimana anak-anak mewarnai dunia warna sebaga dunia yang sangat indah.

Istilah Nirmana, kami perkenalkan disini. Nirmana dipahami sebagai bentuk yang tidak berbentuk. Dimana seluruh elemen-elemen visual seperti garis, titik, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis.

Ubay asyik mewarnai

Asyiknya di acara ini, kegiatan anak dan orangtua dipisahkan tetapi tetap dalam satu lokasi. Sehingga para ibu yang menunggu putra-putrinya yang masih kecil di acara anak-anak tetap bisa mendengarkan materi di acara para orangtua.  Masing-masing asyik dengan aktivitasnya sehingga tidak ada yang merasa  terganggu, semua berjalan harmonis, bagaikan elemen-elemen visual yang sedang anak-anak  padukan . Setelah mereka mandi dan berbenah, akhirnya acara anak-anak dilanjutkan di alam terbuka, full outdoor activity ceritanya. Ternyata urusan kesukaan pada alam terbuka menjadi hal yang sama-sama disukai oleh para peserta baik anak-anak maupun orangtua. Hampir rata-rata diantara semua peserta menyukai suasana di pegunungan. Tak heran mereka senang dengan aktivitas di PERAK 2014, meski dalam kondisi puasa. Inilah pemandangan lokasi PERAK di desa wisata Samiran, Selo Boyolali. Tampak di belakang gunung bibi adalah puncak gunung merapi yang habis erupsi. Yuk kita lihat aktivitas anak-anak, mereka mulai diajak ke lapangan desa, yang luas dan nyaman. Tampak mata mereka berbinar-binar, karena fitrahnya anak adalah suka bermain, suka di alam yang hijau dan luas, dan dibiarkan berekspresi.



Anak-anak Perak berekspresi di alam terbuka

Ada yang menggambar langsung di alam terbuka, ada yang naik sepeda ( di desa wisata ini anak-anak diberikan fasilitas sepeda untuk berkeliling desa), ada yang belajar mendokumentasikan aktivitas dengan kamera mereka, dan ada juga yang narsis hehehe:)

Main bareng, belajar bareng di Perak

Para gadis belajar menari

membuat topeng 3 dimensi

Wah seruuu banget aktivitas anak-anak di hari kedua ini. Banyak diantara mereka sampai lupa nyari orangtuanya, dan orangtua keasyikan belajar di pendopo sampai lupa nyari anaknya hehehehe. Ada aktivitas apa saja sih sebenarnya orangtua ini di pendopo. Yuk ganti kita intip

Sharing proses pendidikan anak bersama tim Padepokan Margosari

Sharing konsep pendidikan ala Rasulullah s.a.w bersama pasangan Padepokan Margosari, Septi Peni Wulandani dan Dodik Mariyanto

Hal inilah yang merupakan alasan kuat, mengapa banyak keluarga dari berbagai kota tertarik magnet untuk berkumpul di PERAK 2014. Dalam QS ali imran 110 : "Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnasi ta`muruna bil ma`rufi wa tanhauna `anil munkari wa tu`minuna billah" (kalian adalah ummat terbaik yang dilahirkan ke tengah-tengah manusia, untuk menyeru kepada yang ma'ruf, dan yang mencegah dari hal yang munkar dan yang beriman kepada Allah) Semangat untuk mengambil tanggung jawab pendidikan di tangan orangtua, itulah yang menjadi spirit para orangtua di PERAK 2014 ini. Akhirnya kegiatan orangtua diwarnai dengan keasyikan  ngobrol tentang Homeschooling, pendidikan anak berbasis potensi, tentang Hijrah, curhat pelaksanaan Homeschooling di masing-masing keluarga sampai ke kisah para remaja menjalankan proses Homeschoolingnya. Benar-benar serasa punya keluarga baru, dengan semangat baru.



Serunya PERAK 2014

55 views0 comments

Recent Posts

See All