FSP NIGHT @BALURAN

Setiap keluarga pasti memiliki rencana, bahkan pada keluarga yang menganut 'paham' air mengalir. Setidaknya ketika hendak merencanakan mengisi suatu aktifitas - meskipun awalnya aktifitas tersebut tak direncanakan. Pada hari Ahad, tanggal 9 September 2018 malam - menjelang 1 Muharram - di tengah keheningan suasana padang savana Taman Nasional Baluran beberapa keluarga berkumpul dan untuk berbagi rencana planning keluarga tahun 1440 H.


Keluarga Pelem Kalih 

KPK versi Ngapak ini dikomandani oleh Mas Indra, yang tahun ini mengusung tema Go Challenge. Ada yel-yelnya lho! yang terlupa disuarakan sampai ditagih sama si Saina esoknya. Soalnya si anak sudah siap tampil, he..he..  


Go challenge...

Go chellenge...

Go!


Keluarga KPK telah bediskusi, mengamati minat dan kekuatan keluarga, dan pada tahun ini akan fokus pada kekuatan tersebut, yaitu sebagai homepreneur. Tahun ini juga mulai merencanakan pendirian rumah peradaban sebagai tempat berkumpul komunitas untuk saling belajar dan berbagi. Saat ini sedang dalam tahap penentuan konsep dan layout bekerja sama dengan keluarga Sopo Ngiro. Pada aktifitas lainnya, KPK juga mulai memasukkan semangat zero waste dalam rencana keluarga tahun ini.


Senang melihat keluarga muda ini berproses. Sejak mengunjungi mereka di bulan Mei kemarin sudah terlihat bagaimana rapinya project keluarga disusun. Nah, di FSP-sharing Mbak Linda menyiapkan aktifitas/project dan menyampaikannya dengan runtut, termasuk bekal dan support system-nya. Keren! Sudah pantas jadi Koordinator IP Banyumas ini, he..he..



Keluarga SopoNgiro Di tahun ini KSN, Mas Norman dan Mbak Dewi, mengusung tema dan konsep Olah Rasa, Olah Laku, Olah Ilmu, Olah Raga Olah rasa berkaitan dengan pemenuhan jiwa keluarga. Salah satu kegiatannya adalah tadabbur Quran, berkumpul dengan orang sholeh, menggiatkan sholat malam, dll. Intinya pada manajemen hati (AA Gym banget nih!). Olah laku berkaitan dengan adab, yang menjadi fokus utama keluarga ini. Belajar adab sebelum ilmu, memenuhi ilmu sebelum amal. Selain memenuhi 'kesehatan' rohani dengan olah rasa, KSN juga akan berkatifitas lebih banyak untuk kesehatan jasmani.


KSN juga mencantumkan semangat zero waste di FSP tahun ini. Di akhir tahun 1439 H, klinik Bunafsi milik KSN sudah menerapkan konsep zero waste dengan meminimalisasi pemakaian tissue dengan menggantinya dengan kain handuk. Saking bersemangat untuk ber-zero waste ini, rombongan keluarga Klinik Bunafsi dari Wonogiri sampai mengunjungi Mbak Dini DK Wardhani di Malang untuk belajar tentang pengelolahan sampah. Tahun ini semangat zero waste akan diimplementasikan di angkringan milik KSN juga. Rencananya unik juga, yaitu menghilangkan sedotan plastik untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Untuk sosialiasi awal agar kustomer tidak 'kaget' dan terbiasa akan ada anjuran tidak menggunakan sedotan plastik dan memberi bonus gorengan untuk kustomer yang tertarik melakukannya. Unik kan?



Keluarga 'No Name'

Adalah keluarga Mas Fahrizal Eko dan Mbak Ika Chandra dari Sruwen, Salatiga coret, he..he... Tahun ini akan mendeklarasikan nama keluarga karena sudah mulai menemukan kesamaan dan kekuatan keluarga. Untuk sementara mereka mencantumkan keluarga tanpa nama. Tahun ini akan fokus pada penerapan Fitrah based Education (FBE) untuk sang buah hati, Naura. Selain fokus pada sang buah hati, keluarga ini pun mulai mengembangkan Nabla, sebuah lembaga pendidikan dengan konsep sharing yang digagas oleh Mas Fahrizal Eko. Berbagi tentang pengajaran dan pendidikan memang menjadi passionnya. Dan itu bisa menjadi kekuatan keluarga.


Nabla (atau del) adalah salah satu operator yang digunakan dalam kalkulus vektor. Operator nabla juga merupakan simbol yang bermamfaat untuk mendefenisikan tiga (3) buah besaran berikut yang muncul dalam pemakaian praktis yang dikenal sebagai gradien, divergensi, dan curl (wikipedia). Tentang konsep dan filosofi nama Nabla untuk lembaga pendidikan ini bisa ditanyakan ke Mas Fahrizal Eko ya...:)  


Keluarga 'no name' juga mengusung konsep zero waste di rencana aktifitas keluarga di tahun 1440 H ini. Mengunjungi Mbak Dini DK sebelum menuju Banyuwangi, juga dalam rangka memantapkan ilmu tentang pengolahan dan penanganan sampah. Sipp!



Keluarga #doyandolan

FSP keluarga #doyandolan bisa dipantau di link ini ya... https://www.perinduramadhan.com/forum/projek-keluarga/fsp-doyandolan



Keluarga el Fath Family

Terdiri dari 2 bahasa Arab dan Inggris yang menggambarkan 2 latar profesi keluarga ini, yaitu Mas Hari yang berlatar guru bahasa Arab dan Mbak Mufida sebagai guru bahasa. Fath artinya kemenangan dalam arti bermanfaat bagi sekitar. Mas Hari berkisah tentang proses perjalanan hidup dan keyakinan dalam menemukan peran peradaban. Proses perjalanan hidup itu tertuang dalam konsep dan tema Sabar & Syukur untuk rencana keluarga tahun 1440 H ini.


Sabar dan syukur adalah dua karakter yang menjamin manusia menuju dan mencapai surga. InsyaAllah. Berkaita dengan sang buah hati, Najlah, Mas hari dan Mbak Mufida akan terus mendukung passion si anak yang menyukai tata rias, make up artis. Semangat!



Keluarga Beniq  

Ini adalah kegiatan FSP-sharing yang diikuti keluarga Beniq setelah mengikuti workshop FSP kemarin. Keluarga Beniq (beautiful & unique) terdiri dari Mas Yudi Zuhdi, Mbak Titik Awwaliyah, dan si Gagah - si anak a, bi, ci, di, i ef, ji... Meskipun belum tertulis, keluarga Beniq memaparkan FSP yang akan berkonsolidasi internal untuk fokus pada wirausaha keluarga di tahun ini dan pada aktifitas dan aplikasi Montessori untuk si Gagah. Mbak Titik Awwal yang sedang belajar konsep Montessori juga menyukai peran sebagai EO yang menerapkan aktifitas Montessori pada acaranya. Malam hari setelah melepas tukik, anak-anak terkesima dengan acara story telling dan membuat craft tukik yang digagas olehnya. Selamat menjelajah dan menemukan peran ya... 4E!



Keluarga Gubuk Keihklasan

Mbak Ira konsisten dengan nama keluarga dengan konsep ikhlas. Setiap rencana Allah akan dilaksanakan dengan ikhlas dan tawakal karena pasti ada hikmah didalamnya. Fokus aktifitas tahun ini tetap ditekankan pada eksplorasi, adab, dan akhlak untuk si buah hati, Aila.


Dalam kegiatan FSP-share tahun ini di Blambangan, kami juga memperoleh teman baru sebagai keluarga, yaitu keluarga Mas Donny dan Mbak Indah. Dalam kesempatan tersebut mereka sebagai observer dan sempat berbagi tentang pengalaman hijrah dan menemukan hidayah. Saat ini keluarga Mas Donny dan Mbak Indah sedang fokus membersamai sang anak, Michell - 2 tahun, dan menerapkan konsep pendidikan yang sesuai dengan karakter keluarga. Mas Donny dan Mbak Indah tertarik dengan konsep Fitrah based Education, dan menikmati suasana keakraban keluarga selama melakukan sharing FSP. Selamat datang ya...


Senangnya mendengar paparan masing-masing keluarga tentang rencanan tahunan keluarga mereka. Semuanya sangat menginspirasi, dan kami bisa berbelanja gagasan disana. FSP ini adalah sebuah doa dan ikhtiar keluarga mencapai tujuan keluarga masing-masing. Maka, kami pun meng-Aamiin-kannya. Yang juga patut diapresiasi adalah tiap-tiap pasangan dalam keluarga saling berdiskusi dalam menyusun FSP. Ada pendapat, dialog, prioritas, mencermati bekal, dan mencari support system yang dibutuhkan. Tiap pasangan dalam keluarga saling berkomunikasi, dan itu membuat mereka makin saling mengenal diri dan pasangan masing-masing.


Saya melihat dan merasakannya...dan tentu saja, kagum.


"membanggakan apik tenan

rancak bana

yeaayy!!! ..."


100 views2 comments

Recent Posts

See All