FSP CAMP 1441 H @CUNTEL (bagian 4)

Updated: Sep 7, 2019

Yuk, kita lanjutkan ke-kepo-an kita pada FSP keluarga-keluarga keren ini ya... Siapa sajakah? Yang pertama adalah...


KELUARGA PELEM KALIH

Konon dinamakan pelem kalih (mangga dua) karena di kediaman mereka ada dua pohon mangga. Nama ini pula yang dicantumkan sebagai nama apotik yang mereka miliki. Eh, meskipun mengambil nama buah mangga sebagai nama keluarga, justru  keluarga ini identik dengan mendoan, karena kalau bertandang ke kediaman, suguhannya pasti makanan khas Banyumas itu. Dan rasanya wueenaaakk!


Tahun ini Keluarga Pelem Kalih mengambil tema More Consistent & Go Challenge #2, meneruskan tema tahun sebelumnya. Misi keluarga adalah membangun keluarga yang produktif di bidang bisnis dan pendidikan keluarga (sosioedupreneur) yang islami, harmonis, dan bermanfaat bagi sesama dengan kolaborasi sifat uniknya masing-masing.Core value keluarga adalah keimanan, harmonis, dan manfaat. O, ya...anggota keluarga ini terdiri 3 personel (sementara ini): Abi Indra, Ummi Linda, dan Syaina. Dan bakal ketambahan anggota baru tahun depan, insyaAllah. Berbekal potensi kekuatan masing-masing dan irisan keduanya, mereka membuat dan merencanakan Action Plan Project dalam rencana dan aktifitas keluarga tahun depan, antara lain:

  1. Belajar dan Praktek Pengelolaan Sampah Keluarga, meneruskan project tahun sebelumnya. Ada beberapa kendala selama menjalankannya tahun kemarin, diantaranya adalah belum konsisten. Namun, sesuai tema tahun ini Keluarga Pelem Kalih sudah menyiapkan solusi sehingga project tetap berlanjut dan semakin baik. Agenda tahun ini adalah: mengolah sisa oranik menjadi kompos & membuat biopori, mandiri membuat sabun mandi, dan aplikasi zerowaste di bidang bisnis.  Leader untuk project ini adalah Ummi Linda.

  2.  Rumah Peradaban. Rumah ber-value 4B: Rumah untuk belajar, berkarya, bermanfaat, dan berkah. Saat ini sedang dalam tahap 2 (dari keseluruhan 4 tahap pembangunan), yaitu membangun pagar keliling, pondasi, dan pendirian Doro Mangklung. Project leader rumah peradaban adalah Abi Indra yang bekerja sama dengan Mas Norman dari keluarga SopoNgiro sebagai support sytem-nya. Kisah perjalanan tahap awal rumah peradaban bisa dibaca di link ini: https://bit.ly/2ZpLyVw.

  3. Pengembangan Bisnis, meliputi diversifikasi jenis, jumlah, dan program. Project leader untuk program ini adalah Abi Indra sebagai eksekutor lapangan. Program kerjanya antara lain: menambah jenis persediaan di apotek, menambah jenis program layanan, meningkatkan business knowledge dengan mengikuti workshop, seta membangun jejaring pengusaha apotek, memperbaiki 5 pilar bisnis (Ownership, SDM, Keuangan, Marketing, & Operasional) secara bertahap. Yang terakhir ini nerkolaborasi dengan Mas Andi dari keluarga Abdurrahman bin 'Auf.

  4. Project Asmaul Husna, menumbuhkan dan merawat akidah. Rencana kegiatan untuk project ini tertuang dalam Personalized Curriculume Syaina. Project leadernya adalah Ummi Linda sebagai konseptor kegiatan bermain bersama anak.

  5. Memperkaya Wawasan Keluarga (Pandu 45), yang bertujuan memperkaya gagasan keluarga agar kelak anak kaya gagasan dan sebagai bekal untuk identifikasi bakat kelak. Tahun lalu Syaina sudah mengeksplore 15 bakat panca indera, dan tahun ini direncanakan akan melakukakn tour 15 bakat terkait fisik yang belum pernah dicoba di tahun sebelumnya.

  6. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah. Kualitas ibadah berupa sholat 5 waktu di awal waktu, sholat berjamaah di masjid/rumah minimal Maghrib/Isya, sedangkan kuantitas antara lain: puasa sunnah Senin-kamis, puasa Arafah, tahajud setiap malam min 3-4x seminggu, mengisi jurnal syukur, dll.

  7. Berjejaring dalam Dunia Bisnis dan Pendidikan Keluarga. Project leader untuk program ini adalah Abi Indra dengan rencana aktifitas berupa mengikuti workshop lanjutan tentang manajemen apotek dan mengikuti event-event keluarga tahun 2020 yang selaras dengan misi keluarga. Eh, PERAK TwentyTwenty masuk agenda juga dong? Kemana nih untuk PERAK tahun depan: Kaltim, Banyuwangi, Lawu, Bandung, atau kepulauan Seribu

  8. Perjalanan Menyambut Anggota baru KPK 2020.      

Wuihh! Mantap ya rencana dan aktifitas keluarga Pelem Kalih, sangat detail dan terstruktur. Keluarga ini memang sangat analitis, dan amat ahli dalam archive files. File-file ini, terutama tentang pembelajaran Syaina, sangat berguna untuk melihat perkembangan anak tersebut. Bisa digunakan sebagai portofolio anak. Teman-teman boleh berguru pada keluarga ini tentang pendokumentasian aktifitas anak, berikut follow up-nya. 


Mantul pokoke Pelem Kalih iki! Joss..



KELUARGA RUMAH SOKA

Nah, ini keluarga pebisnis juga. Skala besar, he..he.. Ternyata dipertemukan dengan keluarga-keluarga pebisnis lain juga. Memang bener ya... Birds of feather flock together. Nama Rumah Soka - hadir tahun 2016 dalam rangka pra PERAK - diambil dari nama jalan kediaman mereka. Soka adalah tanaman yang dapat tumbuh dimana saja yang menjadi harapan bahwa keluarga ini pun mampu beradaptasi, memiliki akar tunggang yang kokoh sebagai perlambang tauhid, batang kayu yang keras sebgai simbol keuletan dalam beribadah dan beramal, dan memiliki bunga warna-warni, sedap dipandang mata. Berharap keluarga ini dapat menjadi bunya yang sedap dipandang dengan ibadah dan amal yang terkenang. Aamiin...


Keluarga Rumah Soka terdiri dari Kang Jaja sebagai leader, Te Artri, dan ketiga putri: Zia, Aisya, dan Obet. Seperti keluarga Tim Penjelajah Dunia, Rumah Soka termasuk keluarga awwaliyyun di FSP-Sharing ini. Awalnya hendak absent di FSP Cuntel, namun di injury time sehari menjelang hari H, memutuskan bergabung. Wow! Ini surprise sekali, karena domisili mereka di Banjar yang termasuk cukup jauh dari Salatiga. Eh, atau tidak tahan terkompori ya...membaca kehebohan menyiapkan acara ini di group WA. Who knows? He..he..  


Rumah Soka memiliki ketertarikan dalam bidang bisnis dan pemberdayaan. Saat ini yang sedang dijalani adalah bisnis retail terkait kebutuhan dasar. Karena itu tahun ini tema yang diusung adalah Retail Specialist, dengan misi memenuhi kebutuhan umat dengan menyediakan makanan yang halal dan thoyib (baik). Menurut data yang dikumpulkan kang Jaja, banyak pengusaha (muslim) yang sudah peduli dengan makanan yang baik dan sehat, namun belum terlalu care dengan kehalalan. Nah, Rumah Soka mau masuk dalam barisan pelopor kategori ini. Nilai yang dianut keluarga Rumah Soka adalah ikhlas dan sabar, 2hal yang menjadi kunci pintu surga. Sekoci atau golden rules untuk menghadapi badai kehidupan adalah berlapang dada, husnudzhon, dan menjaga komunikasi.

Dalam setahun ke depan, di bidang bisnis Rumah Soka akan fokus pada 3 lini bisnis, yaitu retail fashion dan supermarket dengan menargetkan pertumbuhan omzet 2 digit; retail martabak dengan fokus pada standarisasi dan duplikasi. Retail ini rencananya akan buka kemitraan di Ciamis, Tasikmalaya, Garut, bandung, dan Jogya. Eh, Salatiga kapan ya? Minat nih! Dan lini bisnis yang baru launching tgl 7 Sept 2019 besok adalah TOSAMA: Toko Sayur Mayur yang dibuat dengan semangat memberdayakan petani. Di Tosama Project ini mereka melibatkan anak-anak dengan program Walk to Nature Project dengan tujuan mengenal dan mempelajari rantai pasok Tosama dan Poison Food Test Project dengan tujuan mengetahui dan mendeteksi zat tambahan berbahaya dalam makanan.


Ketika berkunjung ke Rumah Soka tahun lalu, #doyandolan berkesempatan tengok-tengok Pajajaran dan sharing tentang FamBrand di ruang komunitas. Memang Rumah Soka menyediakan salah satu ruangan Toserba Pajajaran di lantai 3 untuk keperluan komunitas. Lengkap dengan fasilitas audio visual. Sudah ada banyak komunitas yang memanfaatkan fasilitas ini. Komunitas PERAK boleh juga lho memanfaatkan ruangan ini untuk kegiatan atau sharing. 


Terkait ketiga putrinya, Kang Jaja dan Te Artri membuat project-project sesuai dengan minat anak-anak. Zia, si sulung, berencana mulai magang di 4 tempat dengan penekanan pada adab, bisnis proses, dan melakukan aktifitas-aktifitas yang gue bingits. Tahun lalu Zia sukses berkreasi dengan slime sampai menghasilkan earn, tahun ini mulai mencoba bereksperimen membuat berbagai macam sabun (sabun padat keruh & bening dan sabun cair). Aisya, si nomer 2, yang naturalis sedang tertarik merwat dan mengamati perilaku kelinci. Nah, bisa kolaborasi dengan Rumah Tiga Bandung, nih! Sedangkan Obet, yang bungsu, sedang tertarik berkreasi dan membuat pernak-pernik untuk boneka barbie-nya. Kalau yang ini bisa minta Bundaa Noor ngajarin buat bikin baju Barbie.


Terus menebar manfaat Rumah Soka!



KELUARGA HIZBULHAQ  

Keluarga ini termasuk baru di FSP-Sharing, tapi muka lama di Komunitas PERAK. Dua kali mengikuti event PERAK, yaitu di dusun Malang dan dusun Garut. Bahkan tahun depan menjadi sobat Kadus keluarga DjakFam untuk PERAK dusun Lawu. Ini kali pertama Hizbulhaq ikut nge-camp dan beraktifitas FSP, tapi sepertinya sudah terbiasa membuat rencana dan aktifitas keluarga. 


Terdiri dari 3 anggota: Papi Taufik, Mami Nur Amalia, dan Izul dengan tema FSP keluarga Hizbulhaq tahun ini adalah Bener lan Pener, sebuah pitutur dalam bahasa Jawa yang menilai tindakan atau perbuatan bukan hanya sekedar benar, tetapi juga mesti disandarkan pada pantas atau tidak, bermanfaat ataumerugikan yang lain, dsb.  Nilai keluarga yang disepakati adalah bersinergi, bahagia dan membahagiakan dengan golden rules bersyukur dan selalu berkomunikasi.

Terkait dengan profesi Mas Taufik sebagai lawyer, beliau membuat strategi Lawyer for All (jadi ingat albumnya Metallica: Justice for All, he..he..) sebagai berikut:

  1. Strategic Office.

  2. One Vision Partners.

  3. System Building. Berkaitan dengan studi Mbak Amalia yang berlanjut ke luar negeri, Mas Taufik mempersiapkan sistem di kantor dan konsultan hukumnya sehingga tetap berjalan dengan baik selama berada di luar negeri.   

Untuk Mbak Nur Amalia yang sedang memproses kelanjutan studi S-3 di Australia mencanangkan program Year of Accelerating dengan rencana aktifitas sebagai berikut: (1) Akreditasi program PGSD di kampus. Berprofesi sebagai Kaprodi  Jurusan PGSD Universitas Muhammdiyah Solo, akreditasi yang ditinjau ulang setiap 5 tahun sekali ini menjadi prioritas utama. Tahun ini juga berencana melengkapi dokumen-dokumen penunjang yang diperlukan untuk peningkatan karir profesi sebagai Lektor (2). Untuk mempersiapkan studi lanjutan ke Australia, Mbak Amalia mulai mempersiapkan menghadapi IELTS bulan Oktober nanti (3). Univeristas yang jadi pilihan adalah University of Melbourne dan Monash University dengan priroritas scholarsip dari AAS (Australia Awards Scholarship) (4).


Eh, rupanya keinginan atau doa yang dibagi itu langsung dipertemukan dengan jalan atau caranya, lho! Mbak Amalia yang berniat melanjutkan studi di Australia, di acara FSP Cuntel ini dipertemukan dengan Mbak Ririn yang alumni doktoral Monash University. jadi, banyak informasi update yang disampaikan berkaitan dengan studi disana.


Untuk sang buah hati, Izzul, Papi Taufik dan Mami Amalia mempersiapkan program dengan tema: I'm Growing Up, terdiri dari 4 project, yaitu:

  1. keimanan (sholat dan mengaji),

  2. melatih adab dengan berinteraksi dengan anak sebaya dan orang dewasa, mengasah empati dan simpati,

  3. integrated study, bermain dengan dan bersama alam, belajar dan bermain, mendukung eksplorasinya,

  4. literacy & numeracy dengan menguatkan stimulus dasar literasi dan numerasi, mengenalkan the power of tens, penjumlahan dan pengurangan secara menyenangkan.

Bentangkan cakrawala luas Hizbulhaq, siapkan sayap yang kuat dan matap untuk terbang tinggi dan bermanfaat di luar sana.  



Di FSP Cuntel ini kami pun mendapat sirawan provokasi tentang kemerdekaan belajar dari seorang psikolog yang nggak mau dijulukin psikolog dan pemerhati anak, Mbak Ririn, Ph.D. Beliau dengan menarik menerangkan makna belajar dengan menganalogikan anak belajar berjalan dan seorang surfer pemula belajar. Lebih detail tentang kesan materinya, silakan klik link berikut:


https://www.perinduramadhan.com/blog/oleh-oleh-fsp-cuntel-belajar-tidak-perlu-kesimpulan

 


Nah, itulah rencana dan aktifitas masing-masing keluarga yang setahun ke depan yang dibagikan dan didoakan oleh semua keluarga PERAK. Mudah-mudahan mampu mengetuk pintu langit, terlaksana dengan membahagiakan semua dan bermanfaat bagi masing-masing keluarga dan lingkungannya. Tugas selanjutnya adalah menjalankan rencana dan aktifitas tersebut sebaik-baiknya, terus berproses, tetap tawakal, dan haqqul yakin Allah SWT adalah Perencana yang Maha Sempurna.  


Aaminn... 

sampai bersua di ajang FSP berikutnya

@pojokan_tosottoMlèthik, 7 Sept 2019

 

 

 

108 views0 comments

Recent Posts

See All