DIALOG


DJAKARTA FAMILY

PERAK 2019 dusun Kendal merupakan kegiatan Perindu Ramadhan Keluarga pertama yang kami ikuti. Setelah mendaftarkan diri sebagai keluarga peserta kala itu, kami pun mulai berkenalan secara virtual dengan beberapa keluarga Perak lainnya. Event-nya dinamakan Family of the Week, ajang perkenalan keluarga peserta PERAK.


Kami mendapatkan sambutan yang sangat menggembirakan dari para keluarga ini dan diminta untuk memilih buddy keluarga, Kami memilih berpasangan dengan KSN atau Keluarga Sopo Ngiro. Masyallah dari satu keluarga saja, sudah banyak pembelajaran yang kami terima. Bagaimana nanti bila bersua dengan keluarga Perak lainnya ya! Banyak inspirasi bertebaran, pastinya... 😍😍


Pada dasarnya keluarga kami ini suka belajar dan berjejaring. Setelah diperkenalkan satu-persatu dengan keluarga Perak, kami mulai mendapatkan kunjungan istimewa. Pertama kali berkunjung adalah Lurah Perak dari keluarga #doyandolan. Keluarga ini memang suka dolan sesuai namanya, bersilaturrahim. Makanya, wajar kalau yang pertama kali datang.


Sebelum berangkat sebagai peserta, kami sudah punya gagasan dan harapan untuk bisa menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan Perak berikut nya atau Perak 2020. Alhamdulillah, bersyukur sekali cita-cita ini kemudian mendapat sambutan dan restu dari Lurah, Kamituwo dusun Kendal, dan tentunya dari founder komunitas Perak - keluarga Padepokan Margosari.


Beberapa waktu berselang, kami pun masuk ke WAG "Semarak" dan teringat ibu Septi waktu itu bilang, "Menjadi host Perak tahun 2020 adalah kesempatan untuk membangun bonding keluarga dan bersiap untuk pembelajaran 1 tahun kedepan".


Ya Allah! Pas disitu kami langsung ingat moment dimana kami bersepakat untuk menjadi host Perak 2020.


Menjelang subuh waktu itu, kami sempat ngobrol tentang persiapan untuk mengikuti Perak 2019 - dusun Kendal. Lalu ayah Deka berujar, "Ma, untuk Perak tahun depan kita nyalon jadi tuan rumah, yuk!"

"Ya Allah, Yah, kita ini siapa... Belajar jadi peserta aja belum, mana itu keluarga Perak keren-keren gitu! Trus ngapain juga jadi tuan rumah sih, Yah?", kata saya sambil deg2-an, karena seringnya itu kalau ayahnya punya cita-cita atau terfikir sesuatu itu sering terjadi.


Obrolan ini pun terjeda sejenak oleh adzan Subuh. Sepulang dari masjid, ayah Deka masuk kamar lalu keluar lagi bawa tulisan value keluarga kami. Ayah Deka mengajukan pertanyaan, "Ma kalau tahun ini kita belajar sebagai peserta dan tahun depan belajar untuk jadi host Perak, itu continuous improvement bukan?"


"Iyaa, sih!..", jawab saya.


"Terus apakah tuan rumah Perak melanggar pedoman integritas keluarga (Al Qur'an dan hadist)?", tanyanya lagi.


"Enggak lah!," seru saya, tanggap.


"Apakah tuan rumah Perak tidak membuat kita lebih terbuka pada keluarga lainnya? Dan apakah kita tidak akan belajar untuk menghormati orang lain dengan menjamu tamu keluarga Perak?", pertanyaannya terus memberondong

.

"Jadi lebih bisa terbuka dan akan belajar menghormati diri dan tamu sih, Yah", kata saya, cuman bisa nganguk-anggu..😄😄😄. Namun makin yakin.


Maka berangkatlah kami ke Perak dusun Kendal untuk belajar, berjejaring, dan membawa cita-cita. Setelah melalui projects persiapan, berbagi ide bahagia dengan buddy, makin banyak lagi yang menguatkan "WHY" nya sebagai kadus Perak 2020 dusun Lawu. O, ya.. sebagai kadus Perak ini kami ber-buddy dengan keluarga Hizbul Haq, keluarga Mas Taufik dan Mbak Nur Amalia.


Nantikan duet kami di #PERAK2020DUSUNLAWU ya...


"...membanggakan... ...apik tenan...

...rancak bana, yeaayy!"


#valuekeluarga #goestoPERAK2020 

41 views0 comments

Recent Posts

See All